*Menolak Guna-Guna, Santet Dan Sihir*
Doa Perlindungan Dari Santet, Sihir, Teluh dan guna-guna Ala Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻜَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺎﺕِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻟَﺎ ﻳُﺠَﺎﻭِﺯُﻫُﻦَّ ﺑَﺮٌّ ﻭَﻟَﺎ ﻓَﺎﺟِﺮٌ , ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﺧَﻠَﻖَ ﻭَﺫَﺭَﺃَ ﻭَﺑَﺮَﺃَ , ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﻳَﻨْﺰِﻝُ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ , ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﻳَﻌْﺮُﺝُ ﻓِﻴﻬَﺎ , ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﺫَﺭَﺃَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ , ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻣِﻨْﻬَﺎ , ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻓِﺘَﻦِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ , ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻛُﻞِّ ﻃَﺎﺭِﻕٍ , ﺇِﻟَّﺎ ﻃَﺎﺭِﻗًﺎ ﻳَﻄْﺮُﻕُ ﺑِﺨَﻴْﺮٍ ﻳَﺎ ﺭَﺣْﻤَﻦُ
Artinya:"(aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan yang Dia ciptakan, yang Dia buat dan yang Dia adakan, dan dari kejelekan apa saja yang turun dari langit dan dari kejelekan apa saja yang naik padaNya, dan kejelekan dari tersebar di muka bumi dan dari kejelekan yang keluar dari bumi, dan dari kejelekan fitnah malam dan siang dan dari kejelekan yang datang pada malam hari. dan dari kejelekan setiap jalan, kecuali jalan yang di lalui untuk kebaikan Ya Rahman (tuhan yang maha pengasih)".
Pada satu malam Syetan turun gunung melewati lembah dan bukit. Laksana pendekar liar yang turun gunung pengen nyari pekara, tujuannya adalah menyerang Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallam dengan mengirim api untuk membakar wajah beliau, dengan izin Allah, kejahatan durjana tersebut akhirnya gagal total. Niat jahatnya justru
menjadi boomerang buat dirinya.
Ketahuilah, bahwa Rasulullah sebelumnya membaca sebuah doa tahshin (benteng) dari berbagai kejahatan zhahir dan batin.
Doa tersebut diriwayatkan oleh elit ahli hadist papan atas di antaranya: Imam Ahmad Bin Hambal dalam musnadnya hadist no: 14913, Imam Ibn Abi Syaibah dalam Mushannafnya hadist no; 29622, Imam Abdurr Razzaq dalam Mushannafnya hadist no: 19833, Imam al-Baihaqiy dalam Dalail an-Nubuwwah hadist no: 3019 dan lain-lain.
Dari Abdur Rahman bin Khanbasy At Tamimi radhuyallahu anhu berkata:
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦَ ﺗَﺤَﺪَّﺭَﺕْ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻠَﺔَ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺄَﻭْﺩِﻳَﺔِ ﻭَﺍﻟﺸِّﻌَﺎﺏِ ﻭَﻓِﻴﻬِﻢْ ﺷَﻴْﻄَﺎﻥٌ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﺷُﻌْﻠَﺔُ ﻧَﺎﺭٍ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺃَﻥْ ﻳُﺤْﺮِﻕَ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﺟْﻪَ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﻬَﺒَﻂَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺟِﺒْﺮِﻳﻞُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﻗُﻞْ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﺎ ﺃَﻗُﻮﻝُ ﻗَﺎﻝَ ﻗُﻞْ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻜَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺔِ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﺧَﻠَﻖَ ﻭَﺫَﺭَﺃَ ﻭَﺑَﺮَﺃَ ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﻳَﻨْﺰِﻝُ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﻳَﻌْﺮُﺝُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻓِﺘَﻦِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻛُﻞِّ ﻃَﺎﺭِﻕٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻃَﺎﺭِﻗًﺎ ﻳَﻄْﺮُﻕُ ﺑِﺨَﻴْﺮٍ ﻳَﺎ ﺭَﺣْﻤَﻦُ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﻄَﻔِﺌَﺖْ ﻧَﺎﺭُﻫُﻢْ ﻭَﻫَﺰَﻣَﻬُﻢْ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
"Setan pernah datang secara bergemuruh/berkerumunan kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam pada malam itu dari lembah-lembah dan bukit-bukit (gunung), dan di antara mereka ada yang membawa obor dari api di tangannya, tujuannya ingin membakar wajah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, lalu Jibril Alaihissalam turun kepada (Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam) dan jibril berkata; wahai Muhammad ucapkanlah!!! Beliau bertanya, "Apa yang saya harus baca?" (Jibril alaihissalam) berkata; Bacalah:
"A'UDZU BI KALIMATILLAHI TAAMMATIL LATI LA YUJAWIZUHUNNA BARRUN WALA FAJIRUN MIN SYARRI MAA KHOLAQ WA DZARO'A WA BARO'A, WA MIN SYARRI MA YANZILU MINAS SAMAA'I WA MIN SYARRI MA YA'RUJU FII HAA, WA MIN SYARRI MA DZARO'A FIL ARDHI WA MA YAKHRUJU MINHA,WA MIN SYARRI FITANIL LAILI WAN NAHAAR. WA MIN SYARRI KULLI THORIQIN ILLAA THOORIQON YATHRUQU BI KHOIRIN YA ROHMAN".
Maka gumpalan api tersebut padam dan Allah Taala membuat sia-sia usaha mereka.
Doa tersebut hendaknya dibaca pagi 3 kali dan sore 3 kali sebagai benteng dan kemplangan dari kejahatan zhahir dan batin ulah dukun santet, nene sihir, ahli uka-uka, kejahatan Jin, dan segala syetan .
http://Telegram.me/Darulmusthofaassayaniyah
[28/4 19.26] +62 895-0850-6993: دار المصطفى ودار الزهراء السيانية:
*KEBAHAGIAAN HIDUP DALAM MEMBERI*
Dikisahkan bahawa seorang guru yang alim berjalan-jalan bersama salah seorang anak muridnya, menyusuri ladang.
Sedang berjalan, mereka terlihat sepasang kasut yang sudah usang. Kasut itu dipercayai milik lelaki fakir yang bekerja di salah sebuah ladang yang berdekatan, yang akan selesai bekerja sebentar lagi dan datang untuk mengambil kasutnya.
Lalu berkatalah murid itu kepada gurunya:
"Apa pendapat tuan jika kita usik tukang kebun ini dengan menyembunyikan kasutnya? Ketika dia datang untuk memakainya, dia tidak menemukannya. Mari kita lihat bagaimana reaksinya!”
Guru yang alim dan mulia itu menjawab:
"Anakku, tidak patut kita berseronok dengan kesedihan orang lain. Wahai anakku, kamu seorang yang kaya, dan kamu boleh sahaja menambah kebahagiaan untuk dirimu dan si fakir itu dengan memasukkan beberapa keping wang ke dalam kasutnya dan kamu bersembunyi supaya dapat menyaksikan bagaimana kesannya kepada pekerja itu."
Murid itu terpegun dengan usulan gurunya, dan dia pun meletakkan beberapa keping wang ke dalam kasut pekerja itu. Kemudian dia dan gurunya bersembunyi di sebalik pepohonan untuk melihat respon pekerja yang fakir itu.
Selang beberapa minit, datanglah pekerja yang fakir dengan berpakaian usang selepas menyelesaikan pekerjaannya di kebun tersebut untuk mengambil kasutnya.
Ketika dia memasukkan kakinya ke dalam kasut, dia terkejut kerana merasa ada sesuatu di dalamnya. Ketika dia mengeluarkan benda tersebut, dia mendapati ada kepingan uang !!
Dia melakukan perkara yang sama kepada kasut yang sebelah lagi, dan dia menemukan ada wang juga…
Dia menatap wang itu berulang kali, untuk memastikan dia bukan bermimpi …
Kemudian dia melihat ke setiap arah, namun tiada sesiapa pun di sekelilingnya!!!
Diletaknya wang itu ke dalam sakunya dan terus berlutut seraya memandang ke langit sambil menangis dan kemudian dia berteriak dengan suara yang tinggi, bermunajat kepada Tuhannya:
“Aku bersyukur kepada-Mu, wahai Tuhanku. Wahai yang mengetahui bahawa isteriku sakit dan anak-anakku kelaparan. Mereka belum mendapatkan roti. Engkau telah menyelamatkan aku dan anak-anakku daripada kebinasaan.”
Dia terus menangis dalam waktu cukup lama sambil memandang ke langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas kurnia dari Allah Yang Maha Pemurah.
Murid tadi, sangat terkesan dengan apa yang dilihat. Air matanya berlinangan...
Guru yang mulia terus bersuara:
“Bukankah sekarang kamu rasa lebih bahagia daripada jika kamu melakukan usulan pertama kamu untuk menyembunyikan kasut itu?”
Murid itu menjawab,
“Sesungguhnya tuan telah mengajar saya satu pelajaran yang tidak akan mungkin saya lupakan seumur hidup saya. Sekarang saya baru faham makna kalimah yang dulu belum saya fahami sepanjang hidup saya:
“Ketika kamu memberi, kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih banyak daripada kamu mengambil”.
Gurunya pun berkata kepadanya:
"Sekarang ketahuilah wahai anakku bahawa pemberian itu bermacam-macam:
• Memaafkan kesalahan orang di saat kita mampu membalas.
• Mendoakan saudaramu di belakangnya (tanpa pengetahuannya) adalah suatu pemberian.
• Berusaha utk berbaik sangka dan menghilangkan sangka buruk darinya juga satu pemberian.
• Menahan diri dari membicarakan aib saudaramu di belakangnya, adalah satu pemberian.
Jadikanlah semua ini pelajaran, wahai sahabatku!
Sungguh menakjubkan saya maka saya kirimkan kepadamu. Kongsikanlah dengan yang lain semoga bermanfaat.
والله اعلم
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
pulang
saya pulang dari sekolah jam
-
---DUA BELAS ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT --- 1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, mak...
-
"CEMBURU PADA BIDADARI" (salinan) Kiai Arwani Amin, Kudus, Allahu yarham, beserta putra-putranya tidak habis pikir mengapa akhi...
-
📟Jumlah Huruf di Al-Qur'an: ⛺Sejak 1200 tahun silam, ketika dunia belum mengenal KOMPUTER 💻atau alat hitung sejenis📱, IMAM SYAFI...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar